"Peran Teknologi Nano dalam Meningkatkan Kualitas Sediaan Semi Solid Farmasi"

 


Di era modern ini, perkembangan teknologi semakin pesat dan memberikan dampak besar di berbagai bidang, khususnya dalam dunia farmasi. Salah satu inovasi yang sedang naik daun dan membawa perubahan besar adalah teknologi nano. Teknologi ini sangat berperan dalam meningkatkan kualitas sediaan semi solid farmasi, seperti krim, salep, gel, dan lotion yang biasa kita gunakan sehari-hari. Tapi, apa sebenarnya teknologi nano itu? Dan bagaimana teknologi ini bisa membuat obat-obatan semi solid menjadi lebih efektif? Yuk, kita bahas lebih dalam!

Apa Itu Teknologi Nano?

Teknologi nano adalah teknologi yang memanipulasi materi pada ukuran sangat kecil, yaitu dalam skala nanometer (1 nanometer = 1 per satu miliar meter!). Bayangkan, partikel yang digunakan dalam teknologi nano ini jauh lebih kecil dibandingkan partikel biasa yang ada di sediaan farmasi konvensional. Ukuran partikel yang kecil ini memungkinkan obat untuk bekerja lebih optimal karena bisa menembus lapisan kulit dengan lebih mudah dan cepat.


Mengapa Teknologi Nano Penting untuk Sediaan Semi Solid?

Sediaan semi solid seperti krim dan gel biasanya digunakan untuk mengobati berbagai masalah kulit, mulai dari infeksi, peradangan, hingga luka. Namun, ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam penggunaan sediaan ini, seperti:

- Stabilitas obat yang kurang maksimal

- Penyerapan obat yang lambat atau tidak merata

- Efektivitas obat yang terbatas karena zat aktif tidak dapat menembus kulit dengan baik

Nah, di sinilah teknologi nano berperan penting! Dengan ukuran partikel yang sangat kecil, teknologi nano dapat meningkatkan stabilitas, penyerapan, dan efektivitas obat dalam sediaan semi solid.


Bagaimana Teknologi Nano Meningkatkan Kualitas Sediaan Semi Solid?

1.Meningkatkan Stabilitas Zat Aktif

Salah satu masalah utama dalam pembuatan krim atau gel adalah menjaga agar zat aktif tetap stabil dan tidak mudah rusak. Dengan teknologi nano, zat aktif dapat dikemas dalam partikel nano yang melindunginya dari kerusakan akibat udara, cahaya, atau suhu. Ini membuat obat tetap efektif selama masa simpan yang lebih lama.

2.Meningkatkan Penyerapan dan Bioavailabilitas

Ukuran partikel nano yang sangat kecil memungkinkan obat menembus lapisan kulit dengan lebih mudah. Ini berarti zat aktif bisa langsung mencapai target di bawah kulit dan bekerja lebih cepat. Selain itu, bioavailabilitas obat meningkat, artinya lebih banyak obat yang tersedia untuk memberikan efek terapi.

3.Pelepasan Obat yang Terkontrol

Teknologi nano juga memungkinkan pembuatan sistem penghantaran obat yang dapat melepaskan obat secara perlahan dan terkontrol. Dengan begitu, obat bekerja lebih lama dan efek samping bisa diminimalkan karena dosis yang digunakan lebih tepat sasaran.

4.Meningkatkan Efektivitas dengan Dosis Lebih Rendah

Karena obat dapat diserap lebih baik, dosis yang dibutuhkan bisa lebih rendah dibandingkan sediaan konvensional. Ini tentu saja mengurangi risiko iritasi atau efek samping yang tidak diinginkan.

Contoh Teknologi Nano dalam Sediaan Semi Solid: Nanoemulsi dan Nanokrim

Salah satu bentuk teknologi nano yang populer adalah nanoemulsi. Nanoemulsi adalah campuran minyak dan air yang partikel-partikelnya sangat kecil sehingga membentuk sediaan yang homogen dan stabil. Nanoemulsi ini sering digunakan sebagai dasar pembuatan nanokrim yang memiliki kemampuan penetrasi kulit lebih baik.


Manfaat Teknologi Nano untuk Pasien dan Industri Farmasi

• Untuk pasien, teknologi nano berarti pengobatan yang lebih cepat, efektif, dan nyaman. Misalnya, krim anti-inflamasi dengan teknologi nano bisa meredakan nyeri dan bengkak lebih cepat daripada krim biasa.

• Untuk industri farmasi, teknologi nano membuka peluang untuk inovasi produk baru yang lebih unggul, meningkatkan daya saing, dan memperluas pasar.


Tantangan dan Masa Depan Teknologi Nano Di Farmasi

Meski menjanjikan, tetapi pengembangan teknologi nano juga menghadapi tantangan, seperti biaya produksi yang relatif tinggi dan kebutuhan regulasi yang ketat untuk memastikan keamanan produk. Namun, dengan terus berkembangnya riset dan teknologi, tantangan ini semakin teratasi.

Di masa depan, teknologi nano diprediksi akan semakin banyak digunakan tidak hanya untuk sediaan semi solid, tapi juga untuk berbagai bentuk sediaan obat lainnya, termasuk tablet, kapsul, dan injeksi. Inovasi ini akan membawa pengobatan yang lebih personal dan efektif bagi pasien di seluruh dunia.


Dibuat oleh : Callista Putri Ryanna, Eka Himatul Ulya, Muhammad Sopyan Nur, Rizal Iskandar, Lianto Ajeng Prabowo 


Referensi : 

Fitriansyah, S. N. (2018). Formulasi dan Evaluasi Fisik Sediaan Krim Pelembab Dimethylsilanol Hyaluronate dengan Penambahan Basis Nano dan Fase Minyak Kelapa Murni. Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia, 3(1).

Ramadon, D., & Mun’im, A. (2017). Pemanfaatan nanoteknologi dalam sistem penghantaran obat baru untuk produk bahan alam. Jurnal ilmu kefarmasian Indonesia, 14(2), 118-127.

Robert Tungadi. Teknologi Nano Sediaan Liquida dan Semisolida, CV. Sagung Seto Press, Jakarta, 2020.

Widyantoro, T. (2021). TEKNOLOGI PEMBUATAN DAN STABILITAS NANOKRIM DARI BAHAN ALAM: LITERATURE REVIEW.

Zainol, N. A., Ming, T. S., & Darwis, Y. (2015). Development and characterization of cinnamon leaf oil nanocream for topical application. Indian Journal of Pharmaceutical Sciences, 77(4), 422–433.


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tak Perlu Salon! Ini Dia Manfaat Daun Waru untuk Rambut Sehat Berkilau

Tak Perlu Salon! Ini Dia Manfaat Daun Waru untuk Rambut Sehat Berkilau